Bank Sampah di Desa Logandeng dirancang sebagai wadah bagi masyarakat untuk mengelola limbah anorganik yang masih memiliki nilai guna guna menciptakan ekonomi sirkular di lingkungan desa. Program ini bertujuan untuk mengubah pandangan masyarakat agar melihat sampah bukan lagi sebagai beban, melainkan sebagai aset ekonomi yang berharga.
Transformasi Ekonomi: Mengonversi limbah anorganik menjadi sumber pendapatan tambahan bagi warga melalui sistem penjualan ke pengepul (off-taker) secara konsisten.
Tata Kelola Transparan: Membentuk sistem pengelolaan sampah yang terukur, partisipatif, dan berkelanjutan melalui lembaga formal Unit Pengelola Sampah Desa (UPSD).
Edukasi Pemilahan: Mendorong warga untuk aktif melakukan pemilahan sampah dari sumbernya (rumah tangga) ke dalam kategori organik, anorganik, dan residu.
Salah satu keunggulan Bank Sampah di Desa Logandeng adalah integrasi dengan teknologi digital yang dikembangkan oleh mahasiswa:
Sistem Tabungan Sampah Digital: Pencatatan volume sampah dan saldo warga akan dilakukan secara digital melalui website resmi desa untuk menjamin transparansi.
Sistem Poin (Reward): Penerapan sistem poin bagi warga yang mengirimkan sampah terpilah ke TPST. Poin yang terkumpul dapat ditukarkan dengan insentif biaya retribusi atau hasil tanaman dari kebun TOGA komunal.
Digital Marketing: Pada tahap lanjut, website akan digunakan untuk memasarkan produk-produk hasil olahan sampah anorganik yang telah dikonversi menjadi produk baru.
Operasional Bank Sampah akan dikelola oleh Kader PKK atau Karang Taruna di bawah naungan UPSD. Untuk menjamin keberlanjutan hasil, tim pelaksana membangun kerja sama konkret dengan:
Pemerintah Desa: Terkait regulasi (Peraturan Desa) dan penyediaan lahan.
Pengepul Sampah (Off-taker): Untuk memastikan penyerapan sampah anorganik yang terkumpul agar tetap memiliki nilai jual yang stabil.
BUMDes: Di tahun ketiga, Bank Sampah diproyeksikan menjadi salah satu unit usaha desa yang mandiri secara finansial.
Dengan adanya Bank Sampah, warga Desa Logandeng tidak hanya mendapatkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, tetapi juga memperoleh keterampilan teknis dalam mengolah limbah serta peningkatan ekonomi rumah tangga melalui konversi sampah menjadi rupiah.